Minggu, 12 Februari 2012

macam-macam frasa


SINTAKSIS
1.    Pengertian frasa dan contohnya ?
Jawaban : kata merupakan suatu unsur yang dibicarakan dalam morfologi, sebaliknya frasa dan klausa berdasarkan strukturnya termasuk dalam sintaksis.
Contoh kata adalah : baju
                                   Tidur
                                   Makan
                                   minum
2.    Pengertian frasa beserta contohnya ?
Jawaban : Frasa adalah satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas unsure klausa,yaitu frasa tersebut selalu terdapat dalam satu fungsi unsure klausa, yaitu S, P, O, PEL atau KET. Frasa terbagi atas :
Frasa endosentrik
-          Frasa endosentrik yang koodanatif.
Contoh : 
    Sejumlah mahasiswa diteras.
    Rumah pekarangan
    Pembinaan dan pembangunan
   
-          Frasa endosentrik yang atributif.
Contoh : Rumah baru
 sekolah Inpres
buku baru

-          Frasa endosentrik yang apositif.
Contoh : Obama, Presiden AS
   Yogya, kota pelajar
    Indonesia, tanah airku
Frasa eksosentrik
-          Frasa eksosentrik direktif.
Contoh : Di kelas, dengan cepat
   Sejumlah mahasiswa di teras.
-          Frasa eksosentrik nondirektif.
Contoh : si kecil, sang sutradara
Frasa nominal
-          Frasa nominal adalah frase yang memiliki distribusi yang sama dengan kata nominal.
Contoh : Rumah baru
Mahasiswa sastra sedang membaca buku baru.
Kereta api Surabaya berangkat siang ini.
Gedung sekolah yang tidak digunakan lagi.

Frasa verbal.
-          Frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata verbal.
Contoh : belum datang
Dia berlari
Frasa bilangan.
-          Frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata bilangan
Contoh : frasa dua buah dalam dua buah rumah.
Frasa keterangan.
-          Frase yang  mempunyai distribusi yang sama dengan kata keterangan.
Contoh : kemarin, tadi dan besok
Frasa depan.
-          Frase yang terdiri dari kata depan sebagai penanda,diikuti oleh kata atau frase sebagai aksisnya.
Contoh : di sebuah rumah, dengan sangat senang, dari lima.
   Sawah lima petak harus dikerjakannya
  Telur tiga butir pemberian dari tetangga barunya.

-          Frasa Ajektifa, frasa yang UP-nya berupa kata yang termasuk kategori adjektiva. UP-nya dapat diberi afiks ter- (paling), sangat, paling agak, alangkah-nya, se-nya. Frasa ajektiva biasanya menduduki fungsi predikat.
Contoh: sangat cantik
            Rumahnya besar
            Sangat menakutkan
Frasa numeralia
-          Frasa Numeralia, frasa yang UP-nya berupa kata yang termasuk kategori numeralia. Yaitu kata-kata yang secara semantis mengatakan bilangan atau jumlah tertentu. Dalam frasa numeralia terdapat (dapat diberi) kata bantu bilangan: ekor, buah, dan lain-lain.
Contoh: dua buah
  tiga ekor
  lima biji
Frasa Preposisi
-          frasa yang ditandai adanya preposisi atau kata depan sebagai penanda dan diikuti kata atau kelompok kata (bukan klausa) sebagai petanda.
Contoh: ke rumah teman
 dari sekolah
 untuk saya
3.    pengertian klausa dan contohnya ?
jawaban : klausa adalah suatu konstruksi yang di dalamnya terdapat beberapa kata yang mengandung hubungan fungsional, yang dalam tatabahasa lama dikenal dengan pengertian subyek, predikat, obyek, dan keterangan-keterangan. Sebuah klausa sekurang-kurangnya harus mengandung satu subyek, satu predikat, dan secara fakultatif satu obyek; dalam hal-hal tertentu klausa terdiri dari satu predikat dan boleh dengan keterangan (bentuk impersonal).
Contoh : Saya menyanyikan sebuah lagu.
   Adik membaca buku.
   Anak itu menangis.
   Ia sudah bangun.
   Sementara adik menyanyikan sebuah lagu, saya membaca buku.
4.    Pengertian kalimat dan contohnya ?
Jawaban : Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan ataupun asimilasi bunyi ataupun proses fonologis lain. Dalam wujud tulisan, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!); dan di dalamnya dapat disertakan tanda baca seperti koma (,), titik dua (:), pisah (-), dan spasi. Tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru pada wujud tulisan sepadan dengan intonasi akhir pada wujud lisan sedangkan spasi yang mengikuti mereka melambangkan kesenyapan. Tanda baca sepadan dengan jeda. Kalimat dibedakan atas :

Kalimat aktif
-          kalimat yang subjeknya melakukan. Kalimat Aktif   Biasanya memiliki predikatnya berupa kata kerja.   berawalan me atau ber
Contoh : Nina menulis surat untuk nenek..

 Kalimat pasif
-          kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan. Kalimat Pasif biasanya memiliki predikat berupa kata kerja berawalan di-.(pekerjaan).
Contoh : Surat untuk nenek ditulis oleh Nina.
Kalimat tidak langsung
-          Kalimat Tidak Langsung bagian kutipan pada kalimat menceritakan kembali ucapan orang lain.
Contoh : Ibu berkata bahwa aku harus rajin belajar.

 Kalimat berita
-          Kalimat Berita umumnya mendorong orang untuk memberikan memberitahukan sesuatu.  tanggapan.
Contoh: Nenek akan datang dari Bandung besok pagi.
               Saya tidak akan datang pada acara ulang tahunmu
              Bapak mungkin akan tiba besok pagi
Kalimat perintah
-          Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. Dalam bentuk lisan,  biasanya diakhiri dengan tanda seru (!).  perintah ditandai dengan intonasi tinggi.
1.      Kalimat perintah biasa, ditandai dengan partikel lah.
Contoh : Gantilah bajumu !
2.      Kalimat larangan, ditandai dengan penggunaan kata jangan.
Contoh Jangan membuang sampah sembarangan !
3.      Kalimat ajakan, ditandai dengan kata mohon, tolong, silahkan.
Contoh : Tolong temani nenekmu di rumah !

Kalimat tanya
-          kalimat yang isinya menanyakanšKalimat Tanya  sesuatu atau seseorang sehingga diperoleh jawaban tentang suatu masalah.  Secara lisan, kalimatš Biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?). š  Contoh : Apakah kamuštanya ditandai dengan intonasi yang rendah.  sakit ? Siapa yang membeli buku ini ?

 Kalimat efektif
-          memiliki syarat :
1. Secara tepat  mewakili gagasan penulis atau pembicaranya.
2. Menimbulkan gambaran yang sama antara penulis dengan pembaca atau pembicara dengan pendengar. 
Ciri-ciri :
1. Memiliki kesatuan gagasan atau ide pokok
2. Menggunakan kata atau frase imbuhan yang memiliki kesamaan.
3. Tidak menggunakan kata-kata yang tidak perlu.
4. Memberikan penekanan pada bagian-bagian yang penting.

 Kalimat tunggal
-          kalimat yang hanya terdiri dari Inti kalimat dibentuk oleh subjek dan inti kalimat atau satu kalimat.
Contoh : Saya siswa kelas VI.
   Adik bernyanyi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar